SISTEM PENGOLAHAN LAHAN

By : Fadhli Nugroho*

Dalam bidang pertanian terdapat dua tipe lahan yang biasa digunakan, yaitu lahan berupa petak dan lahan berbentuk bedengan. Dalam praktiknya, lahan berupa petak biasa digunakan oleh tanaman yang reltif tahan terhadap hama, gulma, dan cuaca. Tipe lahan ini berbentuk petak, dengan ukuran tiap petak disesuaikan dengan ukuran tanamannya. Untuk tanaman yang bermorfologi tinggi biasanya petak-petaknya berukuran kecil, berkisar antara 20 X 80 Cm – 30 X 70 Cm. Jika tanaman berukuran besar petak biasanya sekitar 40 X 80 Cm – 80 X 150 Cm. Sebagai contoh petak pada jagung berukuran 20 X 80 Cm.

Tipe lahan kedua berbentuk bedengan. Jika dilihat sepintas, tipe lahan ini berbentuk gundukan yang memanjang seperti kuburan. Jarak antara satu gundukan dengan gundukan lain adalah satu meter. Dan tinggi gundukan 30 cm. Tipe lahan ini digunakan untuk tipe-tipe  tumbuhan sayur dan buah-buahan yang berada dekat dengan permukaan tanah seperti sawi, kangkung, bayam, ubi, semangka, dan nenas. Celah antar gundukan memudahkan kita untuk mencabut gulma yang tumbuh pada tepi-tepi tumbuhan sayur serta penyemprotan pupuk dan pestisida pada tanaman. Hal ini dilakukan karena rata-rata tipe tumbuhan yang ditanam pada lahan ini adalah tanaman yang rentan terhadap perubahan lingkungan dan hama atau gulma.

Sistematika pembuatan lahan pertanian pada dasarnya meliputi beberapa tahapan. Tahap pertama dilakukan penggemburan terhadap lahan, hal ini bertujuan agar terciptanya sirkulasi udara yang masuk ke dalam tanah sehingga benih mendapatkan oksigen yang sesuai. Tahap kedua dilaksanakan pemasangan petak-petak yang ditandai dengan pembuatan tanggut (cabang benih). Tahap ketiga, benih ditanam  di setiap tanggut yang telah disediakan. Setelah semua tanggut ditanam, dilakukan penyiraman sesuai dengan tingkat perawatan benih yang ditanam.

Kendala dari setiap bercocok tanam adalah gulma dan hama. Ada dua tipe gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Yang pertama gulma sistematis, yaitu gulma yang harus dicabut sampai ke akar-akarnya. Yang kedua gulma non sistematis, yaitu gulma yang cukup memotong batangnya yang di permukaan tanah.

*Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: